Prinsip Dasar, Karakteristik, Pengertian Komunikasi Interpersonal (Antar Pribadi)
Pengertian
Komunikasi interpersonal (antar pribadi) merupakan satu proses social dimana orang-orang yang terlibat didalamnya saling mempengaruhi. Sebagaimana yang diungkapkan De Vito (1976), komunikasi interpersonal (antar pribadi) merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang, atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika (Udjana, 2007:60). De Vito juga mengungkapkan suatu komunikasi interpersonal (antar pribadi) mengandung ciri-ciri:
- Keterbukaan atau openes;
- empati (empathy);
- dukungan (supportiveness);
- rasa positif (positivness); dan
- Kesamaan (equality).
Sedangkan menurut Kathleen S. Verderber et al. (2007), komunikasi interpersonal (antar pribadi) merupakan proses melalui dimana orang menciptakan dan mengelola hubungan mereka, melaksanakan tanggung jawab secara timbal balik dalam menciptakan makna (Budyatna dkk, 2011:14). Lebih lanjut ia menjelaskan sebagai berikut :
- Pertama, komunikasi interpersonal (antar pribadi) sebagai suatu proses rangkaian sistematis perilaku yang bertujuan yang terjadi dari waktu ke waktu.
- Kedua, komunikasi interpersonal (antar pribadi) bergantung kepada makna yang diciptakan oleh pihak yang terlibat.
- Ketiga, melalui komunikasi kita dapat menciptakan hubungan.
Karakteristik Komunikasi Interpersonal (Antar Pribadi)
Berbeda dengan kedua ahli komunikasi
interpersonal (antar pribadi), Richard L. Weaver
II (1993) tidak memberikan
definisi melainkan menyebut
karakteristik-karakteristik komunikasi interpersonal (antar pribadi),
menurutnya terdapat delapan karakteristik dalam komunikasi antar pribadi,
yaitu (Budyatna: 2011, 15) :
- Melibatkan paling sedikit dua orang.
- Adanya umpan balik atau feedback.
- Komunikasi ini tidak harus tatap muka.
- Komunikasi antarpribadi tidak harus selalu disengaja atau dengan kesadara.
- Menghasilkan beberapa pengaruh atau effect.
- Tidak harus melibatkan atau menggunakan kata-kata seperti pada komunikasi non verbal.
- Dipengaruhi oleh konteks seperti konteks sosial, psikologis, dan lain-lain.
- Dipengaruhi oleh kegaduhan dan noise.
Prinsip Dasar
Dalam komunikasi interpersonal terdapat beberapa prinsip dasar yang dapat membantu dalam memahami komunikasi interpersonal dan cara kerjanya. Beberapa prinsip tersebut antara lain:
Komunikasi interpersonal didasarkan pada teori dan penelitian.
Teori merupakan generalisasi yang menjelaskan
bagaimana sesuatu bekerja, misalnya gaya gravitasi, identifikasi DNA. Adanya
teori akan membantu memahami bagaimana komunikasi
interpersonal itu bekerja. Teori-teori ini memberikan
prinsip-prinsip umum yang dapat membantu seseorang memahami
sejumlah besar peristiwa khusus, termasuk bagaimana dan mengapa
peristiwa itu terjadi dan bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut
berhubungan satu sama lain. Teori-teori dalam
komunikasi interpersonal membantu kita dalam
memprediksi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dan
mendorong dilakukannya penelitian-penelitian. Teori
berkaitan erat dengan tingkat akurasi, tingkat
kebenaran dan ketidakbenaran. Penelitian yang
dilakukan didasarkan atas teori yang
ada,sehingga dengan demikian kita bisa lebih memahami
bagaimana komunikasi interpersonal itu berlangsung.
Memahami proses dalam
suatu penelitian akan membantu
kita secara lebih baik dalam mempelajari
komunikasi, seperti hasil
pencarian, kesimpulan dan
prinsip-prinsip yang dikembangkan berdasarkan penelitian.
Komunikasi interpersonal adalah suatu proses transaksi
Dari perspektif ini, maka komunikasi
interpersonal dapat dilihat dari dua sisi.
- Pertama, yaitu bahwa komunikasi interpersonal adalah suatu proses. Proses yang berlangsung dalam komunikasi ini adalah sirkular. Suatu pesan diterima sebagai stimulus terhadap pesan yang lain yang secara bersamaan juga berperan sebagai stimulus terhadap pesan yang lain, dan seterusnya. Oleh karena itu, dalam komunikasi interpersonal, seseorang pada saat yang bersamaan dapat berlaku sebagai komunikator sekaligus sebagai komunikan.
- Kedua, bahwa elemen-elemen dalam komunikasi interpersonal saling tergantung satu sama lain. Komunikasi tidak akan pernah terjadi jika tidak ada sumber pesan, meskipun ada penerima maupun pesan yang disampaikan, demikian juga komunikasi tidak akan terjadi jika tidak ada penerima maupun pesan yang disampaikan.
Hubungan interpersonal dapat dilihat sebagai hubungan yang simetris/silang atau komplementer
Dari sudut pandang hubungan simetris
antara dua individu, individu yang satu menjadi
cermin atas perilaku individu yang lain. Jika
individu yang satu marah, maka individu
yang lain akan marah juga, atau jika yang
satu menyatakan ekspresi cemburu, maka yang lain
juga menyatakan ekspresi yang sama pula. Sedangkan dalam hubungan yang
komplementer, dua individu terlibat dalam perilaku yang
berbeda. Perilaku yang satu berperan sebagai stimulus
terhadap perilaku yang lain. Selain itu
dua orang yang memiliki hubungan
interpersonal dapat meduduki posisi yang
berbeda. Misalnya hubungan antara guru dan
peserta didik, atau antara majikan dan buruh.
Komunikasi interpersonal memiliki dimensi isi dan hubungan
Dalam komunikasi interpersonal yang terjadi bukan sekedar pesan yang disampaikan (aspek isi), tetapi juga terjalinnya hubungan antara dua orang yang sedang melakukan komunikasi interpersonal tersebut. Selain itu dalam komunikasi interpersonal, dua pesan yang isinya sama, bisa menunjukkan hubungan yang berbeda antara komunikator dan komunikan.
In any two communications, the content dimension maybe the same, but the relationship aspect maybe different, or the relationship aspect may be the same and the content dimension different.
Contohnya seorang hakim berbicara dengan nada memerintah kepada seorang pengacara, "Kamu lebih baik ke ruangan saya, segera !" atau "Saya mohon kamu datangtempat saya secepat mungkin!". Dua kalimat ini memiliki inti (aspek isi) yang sama. Namun pada kalimat yang pertama memberikan kesan hubungan superior-inferior, sedangkan kalimat kedua memberi kesan bahwa antara hakim dan pengacara memiliki kedudukan yang sama. Atau dua orang yang memiliki hubungan yang sama bisa menggunakan pesan yang berbeda-beda.
Misalnya, seorang anak sedang berbicara kepada orang tuanya,
"Bolehkah saya pergi keluar ?" atau "Bolehkah saya meminjam mobil ayah?" Kedua
pesan ini jelas berbeda isinya, tetapi dari segi
hubungan tetap sama, yaitu hubungan antara
seorang anak dengan ayahnya.
Komunikasi interpersonal merupakan proses penyesuaian
Komunikasi interpersonal dapat berlangsung pada tingkat penggunaan
sistem yang sama dan sekaligus berbeda.
Yang menjadi kendala adalah jika
komunikasi interpersonal tersebut
terjadi antara dua individu yang memiliki sistem simbol yang
berbeda, misalnya bahasa, baik verbal maupun non verbal.
Oleh karena itu, dalam komunikasi interpersonal,
individu perlu belajar memahami satu sama lain, dalam hal penggunaan sistem
simbol.
Komunikasi interpersonal merupakan rangkaian peristiwa pemberian tanda baca
Peristiwa komunikasi terjadi secara terus-menerus. Dalam komunikasi
interpersonal sebenarnya
merupakan rangkaian proses antara
penyampaian stimulus dan respon. Kedua hal
tersebut sama-sama mengarah pada
peristiwa pemberian
tanda baca. Memahami bagaimana
orang lain mengintepretasikan situasi, dan
memberikan tanda-tanda baca merupakan
langkah penting dalam pemahaman
interpersonal dan juga merupakan hal
penting dalam menarik rasa empati.
Komunikasi interpersonal tidak dapat terhindarkan, tidak dapat diubah dan tidak dapat diulang
Komunikasi interpersonal tidak dapat
terhindarkan. Dalam beberapa peristiwa
tertentu seseorang
berkomunikasi walaupun tidak menginginkannya.
Bahkan dalam situasi yang interaksional, setiap
perilaku seseorang
merupakan bentuk
komunikasi. Misalnya seseorang yang walaupun diam
sudah menunjukkan bahwa ia sedang berkomunikasi, ketika
melihat raut mukanya, apakah diam karena marah
atau bosan. Komunikasi interpersonal tidak dapat diubah. Apa yang
telah dikomunikasikan tidak
dapat diubah kembali. Dalam interaksi
antar pribadi, khususnya
dalam konflik, dibutuhkan penyelesaian
khusus, yaitu tidak mengatakan sesuatu
yang dapat ditarik kembali dikemudian hari.
Komunikasi interpersonal tidak dapat diulang.
Alasannya yaitu, bahwa segala sesuatu mengalami
perubahan secara konstan.
