Pengertian Tulisan Ilmiah dan Ciri-Ciri Tulisan Ilmiah
Sejak manusia mengenal tulisan, menulis merupakan bagian dalam kehidupan
sebagian besar manusia. Dalam dunia pendidikan, menulis merupakan kegiatan
yang tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar.
Pengertian Menulis
Yayan S. Eman (2005) menyatakan bahwa menulis adalah sebuah proses
pembelajaran dari berbagai macam kesulitan dan kegagalan. Artinya, menulis
adalah hal nyata yang bisa dipelajari dengan ketentuan dan kemampuan untuk
terus mempraktikkannya.
Menulis juga termasuk salah satu keterampilan berbahasa yang menjadi salah
satu tujuan dalam setiap pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia di
setiap jenjang sekolah. Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan pikiran
dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya.
Namun, dalam kenyataannya banyak siswa yang menganggap bahwa menulis merupakan beban atau tugas yang berat. Anggapan ini muncul karena menulis memang menuntut banyak pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian yang sungguh-sungguh. Selain itu menulis juga menuntut keterampilan khusus yang belum tentu dimiliki oleh setiap siswa. Oleh karena itu, perlu kiranya diketahui pengertian menulis.
Menurut Fachruddin Ambo Enre (1988: 7), menulis ialah belajar berpikir dengan
cara tertentu. Pendapat lain dari Tarigan (1993: 3) mengatakan bahwa menulis
adalah suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi
secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Agus
Suriamiharja, dkk. (1996: 1) juga menjelaskan bahwa menulis adalah
kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan dengan tulisan.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah
belajar untuk berkomunikasi dengan orang lain secara tidak langsung dengan
cara mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan tulisan.
Pengetian Tulisan Ilmiah
Pada dasarnya banyak orang yang beranggapan bahwa antara tulisan dan karangan itu merupakan dua hal yang berbeda, padahal keduanya merupakan satu kesatuan. Anggapan mereka biasanya mengaitkan kata tulisan dengan hal-hal yang bersifat ilmiah, sedangkan karangan mengacu pada hal-hal yang bersifat fiktif atau rekaan. Namun sebenarnya makna tulisan sama dengan karangan. Dengan demikian orang yang melakukan kegiatan menulis berarti ia melakukan kegiatan mengarang.
Hasil kegiatan menulis atau mengarang ini bagaimana pun bentuknya dapat
disebut tulisan atau pun karangan tanpa membedakan itu ilmiah atau pun tidak.
Tulisan atau karangan pada hakikatnya merupakan organisasi ide atau pesan
secara tertulis. Jika kata itu dikaitkan dengan kata ilmiah, maka hasil
organisasi ide atau pesan itu disebut tulisan ilmiah.
Menurut Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto (1999: 11) bahwa
tulisan ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan,
peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu
dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya (keilmiahannya).
Pendapat lain dikemukakan oleh Mukayat D. Brotowidjoyo bahwa karangan ilmiah
adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis
menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (1985: 8-9).
Menurut Moersaleh dan Musanah (dalam Sarwiji, 1998) bahwa
karya ilmiah
adalah karya yang ditulis berdasarkan kenyataan-kenyataan ilmiah yang
diperoleh sebagai hasil penelitian lapangan (field research) maupun studi
kepustakaan (library research).
Dari hasil pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tulisan ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, kenyataan-kenyataan ilmiah, dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar sebagai hasil penelitian lapangan maupun studi kepustakaan.
Ciri-ciri Tulisan Ilmiah
Tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat berkomunikasi secara efektif
dengan pembaca dan kepada siapa tulisan itu ditujukan. Dengan kata lain,
tulisan dibuat disesuaikan dengan pembacanya. Adapun ciri-ciri tulisan yang
baik, antara lain:
- Tulisan yang baik selalu bermakna, tulisan yang baik harus mampu menyatakan sesuatu yang mempunyai makna bagi seseorang dan memberikan bukti terhadap apa yang dituliskannya tersebut.
- Tulisan yang baik selalu jelas, tulisan yang jelas harus mampu dibaca oleh para pembaca dan mampu untuk menangkap makna yang terkandung di dalamnya.
- Tulisan yang baik selalu padu dan utuh, tulisan tersebut secara jelas memuat keterkaitan antara kalimat satu dengan kalimat lain.
- Tulisan yang baik selalu ekonomis, dengan kata lain, tulisan yang baik akan menggunakan kata-kata yang efektif, dan membuang atau tidak menggunakan kata-kata mubadzir.
- Tulisan yang baik selalu mengikuti kaidah gramatikal, tulisan tersebut menggunakan bahasa yang baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar (Fachruddin Ambo Enre, 1988: 8-10).
Pendapat lain juga diungkapkan oleh Semi (1990: 10) bahwa untuk menghasilkan
suatu tulisan yang baik penulis harus memiliki tiga keterampilan dasar dalam
menulis, yaitu sebagai berikut:
- Keterampilan Berbahasa, menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa, merupakan kegiatan perekaman bahasa lisan ke dalam bentuk bahasa tulis.
- Keterampilan Penyajian, yaitu keterampilan pembentukan dan pengembangan paragraf, keterampilan merinci pokok bahasan menjadi sub pokok bahasan ke dalam susunan yang sistematis.
- Keterampilan Perwajahan, yaitu keterampilan pengaturan tipografi dan pemanfaatan sarana tulis secara efektif dan efisien.
Ketiga keterampilan tersebut, saling menunjang atau mengisi satu sama lain.
Dan keterampilan tersebut diperoleh melalui latihan dan kebiasaan menulis. Ada
beberapa ciri yang menandai sebuah tulisan ilmiah. Madyo EkoSusilo dan Bambang
Triyanto (1991: 12)
menyebutkan ciri-ciri tulisan ilmiah tersebut, antara lain:
- Logis, yakni segala keterangan atau pun informasi yang disajikan memiliki argumentasi yang dapat diterima dengan akal sehat.
- Sistematis, yakni segala yang dikemukakan disusun berdasarkan urutan yang berjenjang dan berkesinambungan.
- Objektif, yakni segala keterangan atau informasi yang dikemukakan itu menurut apa adanya dan tidak bersifat fiktif (rekaan).
- Tuntas dan menyeluruh, yakni segi-segi masalah yang dikemukakan ditelaah secara lengkap/menyeluruh.
- Seksama, yakni berusaha menghindarkan diri dari berbagai kesalahan, betapa pun kecilnya.
- Jelas, yakni segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud secara jernih.
- Kebenarannya dapat teruji.
- Terbuka, artinya sesuatu dikemukakan itu dapat berubah seandainya muncul pendapat baru.
- Berlaku umum, yakni kesimpulan-kesimpulan berlaku bagi semua populasinya.
- Penyajiannya memerhatikan santun bahasa dan tata tulis yang sudah baku.
